KETUA PENGADAAN TANAH KY DIPERIKSA; DPR Yakin Tak Hanya Irawady Terlibat

JAKARTA (KR) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Panitia Pengadaan Tanah untuk Gedung Komisi Yudisial (KY) Supriyono terkait dugaan suap yang melibatkan tersangka anggota (nonaktif) KY Irawady Joenoes. Penyidik KPK juga memeriksa Irawady yang kini ditahan di Mabes Polri. ”Supriyono diperiksa sebagai saksi,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, Selasa (2/10). Johan menerangkan, Supriyono adalah pegawai Bagian Umum KY. Dia, tambahnya, dimintai keterangan seputar pengadaan tanah terkait kasus dugaan suap terhadap Irawady.
Irawady sebelum meninggalkan Mabes Polri sempat bersumpah dirinya tidak mengenal pemberi suap Freddy Santosa. ”Saya perlu meluruskan bahwa saya sebelumnya tidak kenal dengan Freddy Santoso. Demi Allah saya tidak kenal. Jadi salah kalau berita koran menyatakan saya kenal dengan Freddy,” tegasnya.
Irawady juga membantah tentang adanya mark up terhadap tender lahan gedung KY. Bahkan, dirinya sejak awal selalu menyatakan, jangan ada mark up dalam pembelian tanah tersebut. Ditanya seputar nota dinas atau memo yang ditemukan tim penyidik, Irawady membenarkan memo tersebut ada. ”Memang, memo itu menyatakan saya tidak ikut rapat. Tetapi apa pun putusannya saya setuju rapat itu,” tutur Irawady seraya mengaku kondisi kesehatannya baik-baik saja.
Penasihat hukum Irawady, Firman Wijaya, mempersoalkan nota dinas kliennya kepada Sekjen KY Muzayyin Mahbub untuk meminta kenaikan harga tanah.
Ia menduga nota tersebut dipalsukan. ”Klien kami tak pernah menulis nota untuk minta kenaikan harga. Untuk membuktikan, kami meminta nota itu untuk diperiksakan ke labkrim, guna memastikan apakah tulisan tangan itu benar dibuat oleh Irawady atau tidak,” ujar Firman kepada KR.
Sementara itu anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun mendesak KPK segera memanggil nama-nama yang disebutkan Irawady Joenoes terkait kasus dugaan suap kepanitiaan tender tanah. ”Kami tetap meminta KPK mengusut tidak hanya Irawady, tetapi seluruh anggota dan Sekjen Komisi Yudisial yang disebut-sebut Irawady. Saya yakin ada orang lain selain Irawady,” kata Gayus Lumbuun seraya mengatakan Komisi III DPR akan tetap memanggil KY.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menerima surat usulan pemberhentian sementara Irawady Joenoes sebagai anggota KY. Dalam waktu dekat surat dari Ketua KY Busyro Muqodas akan dijawab. ”Kami memang telah menerima surat tersebut kemarin (Senin 1/10). Tentunya secara administratif (Presiden-red) akan memutuskan itu sesuai dengan UU,” tegas Mensesneg Hatta Radjasa kepada para wartawan di gedung utama Sekneg Jakarta, Selasa.
Irawady menjadi tersangka kasus suap pengadaan tanah untuk kantor KY. Dia ditangkap setelah menerima uang Rp 600 juta dan 30 ribu dolar AS dari pemenang tender pengadaan tanah, Fredy Santoso. (Ful/Edi/Mgn/Sim/Don)-f

Cetak Berita
Kirim ke teman


About this entry