Ketika hidayah Allah menjemput

Ketika Hidayah Allah Menjemput.
H.Eddy Joenarko,AMd.Kep.SH

Tidak terasa airmataku pasti menetes bila memasuki bulan ramadhan seperti saat ini Ramadhan ini usiaku genap 13 tahun sejak aku mengucapkan kalimah sahadat dengan bersungguh –sungguh dan ikhlas keluar dari mulut dan hatiku..sedangkan sebelumnya adalah sahadat pura – pura.
Aku dilahirkan dan dibesarkan dari kalangan kristen protestan yang fanatik,bisa dikatakan didaerah tempatku dibesarkan,kelompok islam adalah minoritas.aku dibesarkan didaerah malang selatan tepatnya didesa swaru tidak jauh dari kota Malang, kira kira satu jam perjalanan jika ditempuh dengan naik motor.
Mulai kecil sampai remaja aku disibukkan dengan kegiatan gereja dan pemuda gereja mulai dari koor paduan suara hingga katekisasi (semacam mempelajari alkitab hingga dikatakan lulus ) bahkan aku pernah dimasukkan kesekolah alkitab didaerah Lawang. Suatu wilayah dikota Malang bagian utara untuk belajar menjadi calon penginjil.
Orang tuaku seorang tentara demikian juga dengan kakak-kakakku,dengan demikian saat itu keluarga kami sangat ditakuti oleh masyarakat sekitar tempat tinggal kami, dan tentu saja kelakuanku juga jadi seperti seorang jagoan kampung. Terutama bila menghadapi orang-orang islam ,teristimewa terhadap imam masjid yang sering lari terbirit-birit karena dikejar oleh anjing herder yang kuperintahkan untuk menggigitnya.
Begitulah keadaanku yang tidak pernah lepas dari ritual-ritual nasrani dan kebencian terhadap orang islam.Hingga akhirnya aku dewasa dan bersekolah disekolah perawat diRS.tentara Soepraoen Malang.ketika aku mulai berkenalan dengan seorang wanita adik kelasku disekolah yang sama.tapi sebelumnya aku juga sudah banyak berkenalan dengan beberapa wanita lainnya yang menurutku tidak cukup menarik perhatianku karena gampang dirayu.
Pada mulanya wanita ini menolak untuk kudekati apalagi ketika tahu aku beragama kristen ,mungkin karena ketekunanku dan kenekatanku sehingga akhirnya dia mau menerima dan mengenalkan aku pada orang tuanya setelah melalui proses yang cukup lama dan melelahkan itupun setelah aku berjanji mau mengikuti dan berpindah agama .Dan tentu saja dia tidak tahu kalau hal ini hanyalah strategi dan rencana matang yang sudah menjadi salah satu program kami untuk dapat menarik dia menjadi Kristen kelak setelah menjadi istri dan punya anak ( dalam istilah kami menyelamatkan anak domba yang tersesat ).
Demikianlah rencana berjalan sesuai dengan yang kuinginkan tanpa hambatan ,kami menikah di pengadilan agama kota Malang ,didepan penghulu aku bisa melafaskan syahadat yang tidak begitu sulit kuucapkan karena memang sudah kulatih. Tak lama setelah itu kami berpindah keluar jawa karena diterima bekerja diperusahaan besar.
Setahun kemudian kami punya anak pertama, istriku mulai melihat diriku yang asli karena aku tidak pernah melakukan sholat, masih suka minum minuman keras, dan main kartu, Tapi anehnya aku jadi melupakan rencana semula untuk mengkristenkannya,malahan saya membiarkan dia melakukan sholat dan mengaji.
Dan dia tidak pernah melarangku untuk menghentikan kebiasaan burukku kecuali dengan penuh kesabaran,dan kelembutan ,pada saat yang bersamaan kebetulan aku masuk menjadi anggota beladiri Tapak Suci Putra Muhammadiyah yang dalam program latihannya tidak hanya melatih fisik dan jurus beladiri saja tapi juga tentang keislaman dan kemuhammadiyahan,sehingga makin membuat aku tenggelam dalam pelukan islam, aku sudah belajar sholat, mengaji, dan mengikuti study islam intensif, dan setelah mantap aku memberanikan diri untuk berangkat haji pada tahun 1994.Di tanah haram tempat kaum muslimin seluruh dunia berkumpul ini aku semakin mantap dengan kebesaran dan kebenaran islam, Di kota Madinah dalam masjid Nabawi didepan makam Rasulullah Muhammad SAW,aku bersahadat dengan sepenuh hatiku dan kesadaranku demikian juga ketika diMekah didepan Kiblat Sholat Muslimin sedunia Ka,bah dipintu Multazam kembali aku mengakui keesaan Allah dan kenabian Muhammad. Puji syukur yang tiada habisnya sekembali dari tanah suci,aku kian mempelajari islam dari berbagai sumber, untuk menambah wawasanku tentang islam dan warna warninya. Training –training yang bernuansa spiritual juga semakin menenggelamkan diriku dalam kemesraan islam seperti ESQ,Sholat khusyunya Abu Sangkan, dll.
Sekarang yang ada dalam hatiku dan menjadi tujuan hidupku adalah Khusnul Khotimah. Anakku yang sulung sudah menyelesaikan pendidikannya dipondok modern Gontor ponorogo, dan yang kedua saat ini menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya Malang semester Enam,putriku satu-satunya ini adalah aktifis hisbut tahrir, sedangkan yang ketiga masih duduk dibangku Sekolah menengah pertama, tapi diluar itu aktif juga mengikuti mentoring remaja masjid sedangkan yang bungsu baru berusia balita. Alhamdulillah Allah telah memberiku amanah untuk menjadi ketua takmir masjid ditempat kerja setelah dahulu aku lempari masjid dengan kotoran, dan aku dijadikan ketua perguruan beladiri berazaskan islam dimana aku akan berjuang untuk membela martabat islam setelah dulunya aku menganiaya para ustadz dan imam masjid, Perasaan menyesal dan malu dengan masa laluku menjadikan keinginanku untuk mengajak keluargaku masuk kedalam agama yang benar ini, alhamdulillah dengan cara berdialog dan berdiskusi akhirnya enam keluarga dari sepuluh menyatakan masuk islam dan hadiah terbesar yang diberikan Allah kepadaku adalah ketika Bapakku menyatakan kehendaknya untuk berhijrah, sedangkan ibuku belum sempat bersahadat ketika maut menjemputnya .AllahuAkbar Nikmat Allah yang manalagi yang hendak kita dustakan ?dan Insyaallah aku ditetapkan hatiku oleh Allah untuk istiqomah dijalanNya. Rencana dan muslihat Allah sungguh lebih baik dari rencana dan tipu muslihat kaum kafirin.


About this entry