5 OKTOBER ‘DITANTING’ FAN DPR; Sultan Belum Berpikir Capres

03/10/2007 01:22:50 YOGYA (KR) – Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali menegaskan bahwa dirinya sampai sekarang belum punya pikiran terlibat dalam bursa calon presiden maupun wakil presiden pada Pilpres 2009 mendatang. Namun yang pasti, pada 5 Oktober mendatang Sri Sultan akan hadir di forum yang digelar FAN DPR, untuk bicara soal kepemimpinan dan otonomi daerah. Pada saat itulah, DPP PAN akan nanting kesediaan Gubernur DIY untuk maju sebagai calon presiden.
”Pada 5 Oktober nanti, saya memang diundang untuk bicara di depan teman-teman PAN di Jakarta. Saya diminta datang pada dialog dengan teman-teman Fraksi PAN DPR RI tersebut,” jelas Sri Sultan HB X kepada wartawan di Kepatihan, Selasa (2/10).
Ketika ditanya  banyaknya tokoh yang bersedia atau mencalonkan diri, menurut Sultan hal itu tidak masalah. Karena setiap warga negara berhak mencalonkan.
Didesak apakah dirinya bersedia jika diajukan sebagai capres atau cawapres, Sultan menegaskan dirinya sampai sekarang belum berpikir ke sana. ”Saya belum berpikir ke sana. Ya pikir-pikir 12 pikiran,” kata Sultan HB X.
Ditanya soal pencalonan Sutiyoso, Sultan HB X menyatakan, setiap warga negara berhak untuk mencalonkan, karena itu silakan saja untuk mencalonkan. ”Silakan saja, siapa saja berhak mencalonkan kok. Sipil atau militer tidak masalah. Tapi yang penting dipilih oleh rakyat atau tidak,” katanya.
Terkait isu pertemuan antara Sutiyoso dengan dirinya, Sultan mengatakan tidak tahu menahu soal itu. Sebab sampai Selasa siang Sultan mengaku tidak punya agenda bertemu dengan Sutiyoso yang saat ini masih menjabat Gubernur DKI Jakarta tersebut. ”Belum, belum tahu saya. Tidak ada agenda pertemuan kok. Saya juga tidak mendapat telepon kok,” katanya.
Ditanya kalau masyarakat menghendaki dirinya mencalonkan diri sebagai capres, Sultan mengatakan, yang bisa mengajukan adalah partai politik. ”Yang mengajukan itu parpol. Meski memilih saya, kalau tidak maju kan tidak bisa nyoblos. Kalau independen, saya kira tidak mungkin. Waktunya tidak mungkin, kan harus mengubah Undang-undang.
Sementara mengenai latar belakang dan faktor apa yang mendorong PAN menyebut nama dirinya, Sultan lagi-lagi menyatakan bahwa dirinya tidak tahu sama sekali. Kalau soal itu lebih baik ditanyakan langsung ke PAN. Soal pembicaraan lebih jauh tentang penyebutan nama dirinya itu juga belum dibicarakan.
Kalau nanti ditawari secara resmi bagaimana? ”Ya ndak, belum waktunya kok. Waktunya itu kapan, ya kalau sudah ada pendaftaran. Kalau sekarang terlalu dini,” ujar Sultan.
Berarti nanti siap maju untuk mendaftarkan? ”Lho soal maju atau mundur itu urusannya nanti…,” kata Sultan sambil tertawa.
Dihubungi terpisah Ketua Bappilu (Badan Pemenangan Pemilu) DPP PAN, Totok Daryanto menyampaikan, PAN memandang Sultan HB X sangat layak untuk dimajukan sebagai pimpinan nasional. Selain kepemimpinannya di daerah telah terbukti berhasil, berbobot dan manajemen pemerintahannya cukup bagus. Maka pada dialog dengan FAN DPR, PAN akan mencoba mengeksplorasi kepemimpinan Sri Sultan HB X dan mengkaitkan dengan masalah kepemimpinan nasional.
Sebab dari informasi yang ada, banyak kendala dan persoalan yang muncul terkait dengan pelaksanaan otonomi daerah. FAN DPR mencoba untuk membuat terobosan dengan meminta sejumlah pimpinan daerah yang berhasil untuk memaparkan pengalamannya. Termasuk diantaranya Sutiyoso dan Sri Sultan HB X. (San/Fia/Fik)-n

Cetak Berita
Kirim ke teman


About this entry