PKB Dukung Biksu Myanmar



JAKARTA – PKB menjadi partai pertama yang menyampaikan sikap resminya atas aksi kekerasan junta militer Myanmar terhadap para biksu di sana. Kemarin, dalam acara buka bersama pengurus PKB se-Jakarta di Hotel Sahid, Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB Abdurrahmad Wahid menegaskan bahwa partainya mengecam keras insiden tersebut. Presiden ke-4 RI itu juga menyatakan bahwa PKB mendukung penuh gerakan moral yang dilakukan para biksu tersebut.

Menurut Gus Dur -sapaan Abdurrahman Wahid-, tindakan junta militer menembak para biksu sudah kebablasan. “Itu jelas salah. Ketahuan betul mempertahankan kekuasaan dengan segala cara,” katanya.

Gus Dur akan meminta Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar untuk membuat pernyataan resmi yang menegaskan dukungan PKB terhadap tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi. Selain itu, pernyataan tersebut menegaskan dukungan PKB terhadap aksi damai para biksu di sana.

Menurut Gus Dur, Indonesia harus berani mengeluarkan pernyataan tegas terhadap pemerintah Myanmar. Hanya, dia pesimistis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berani mengeluarkan pernyataan keras terhadap Myanmar. “SBY itu kan takut dengan Amerika. Amerika takut kalau ikut menekan Myanmar, negara itu akan ikut ke RRT (Republik Rakyat Tiongkok) atau ke India. Itu tidak menguntungkan bagi Amerika’ paparnya.

Meski demikian, Gus Dur meminta KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Yangon tetap dipertahankan. “Kalau saya, meski berantem, tapi akses harus tetap dijaga. Jadi, jangan diputus hubungan diplomatiknya,” kata cucu pendiri NU Hasyim Asyari itu.

Anggota FKB Ana Muawanah menambahkan, hari ini PKB menginstruksikan agar kader-kadernya mengikuti aksi memprotes penembakan biksu di Myanmar. “Kami akan menggunakan baju merah khas biksu sebagai lambang solidaritas. Ini aksi dunia,” kata Ana.

Ana yang juga anggota ASEAN Inter-Parliamentary on Myanmar Caucus (AIPMC) itu mengatakan, sejak awal PKB mendukung Aung San Suu Kyi, yang memenangkan Pemilu pada 1990 di Myanmar. “Kami minta pemerintah Indonesia segera mengeluarkan sikap yang tegas,” ujarnya. (tom)


About this entry