DPR Janji Bergeming pada Intervensi

Hari Ini, Komisi II Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota KPU
JAKARTA – DPR janji bergeming pada intervensi. Hal itu terkait dengan rencana Komisi II DPR yang melakukan fit and proper test terhadap 21 calon anggota KPU. Sebanyak 21 orang itu nanti diperas menjadi tujuh orang. Selanjutnya, ketujuh calon tersebut diserahkan kepada pemerintah agar disahkan presiden menjadi anggota KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2009.

“Meski banyak intervensi dari luar, kami tak bakal goyah,” tegas Ketua Komisi II DPR E.E. Mangindaan kemarin (30/9).

Dia menyatakan, patokan komisi II untuk menyeleksi 21 nama itu fokus pada integritas mereka. “Tidak ada yang lain-lain,” ujarnya.

Menurut Mangindaan, uji kelayakan tersebut dilaksanakan tiga hari, 1-3 Oktober. Diharapkan, pada rapat pleno 9 Oktober mendatang, tujuh nama anggota KPU sudah dikantongi untuk diserahkan kembali ke pemerintah. “Tiap hari, kami menguji masing-masing tujuh orang,” jelas mantan gubernur Sulawesi Utara tersebut.

Menurut dia, uji kelayakan untuk seorang calon diperkirakan menghabiskan waktu sejam. Sepuluh menit awal, calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi sebagai anggota KPU. Sisanya, dilakukan tanya jawab dengan sejumlah anggota DPR dan diakhiri dengan pengambilan kesimpulan.

“Tidak akan ada permainan. Sejak awal, saya menekankan kepada semua anggota (komisi II, Red) untuk tidak main-main,” ujar legislator dari Partai Demokrat tersebut.

Dia menjamin komisi II akan bekerja semaksimal mungkin untuk memperoleh calon anggota KPU yang terbaik. Namun, mantan komandan Korem Bhaskarajaya, Surabaya, tersebut tidak mengelak adanya upaya intervensi dari luar. “Banyak berdatangan lah kalau soal itu (intervensi, Red),” ungkapnya.

Mangindaan mengungkapkan, sasaran intervensi adalah semua anggota komisi II yang masing-masing memang berwenang memilih tujuh anggota KPU yang akan diperingkat secara umum. “Tujuan intervensi itu agar jagonya lolos,” katanya. (dyn/cak)


About this entry