”Matahari Menyinari Kakbah”



PAN Ajak PPP Barter Dukungan dalam Pilpres 2009
JAKARTA – Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir mengajak Ketua Umum PPP Suryadharma Ali barter. PAN minta diberi akses untuk mendulang suara di kantong Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai gantinya, PAN siap mengusung Suryadharma menjadi calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2009.

PAN menyadari tidak akan bisa hanya mengandalkan dukungan Muhammadiyah. Sebab, warga Muhammadiyah di Indonesia hanya 7-8 persen, sedangkan warga nahdliyin 33 persen.

“Jadi, PAN jangan dihalang-halangi masuk ke kantong PPP. Nanti saat pilpres, saya berharap Pak Suryadharma yang maju,” kata Soetrisno saat buka bersama di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di Jalan Kramat Raya kemarin (30/9).

Menurut Soetrisno, PAN terus berkomunikasi dengan semua kalangan. Tidak hanya dengan PPP, tapi juga basis massa NU.

“Saya ini anak pedagang yang juga orang NU. Karena itu, sudah saatnya PAN tidak hanya dipandang sebagai milik kalangan Muhammadiyah, tapi juga NU,” kata pria asal Pekalongan, Jawa Tengah, tersebut.

Suryadharma yang duduk mendengarkan sambutan Soetrisno hanya tersenyum. Menurut Suryadharma, koalisi antarpartai pada 2009 sangat mungkin terjadi. Apalagi koalisi antarpartai yang berbasis massa Muhammadiyah dan NU sebagai ormas Islam.

Sambil bergurau, Suryadhrama mengatakan, antara PAN dan PPP tidak bisa dipisahkan. “Matahari (lambang PAN) itu selalu menyinari Kakbah (PPP). Matahari itu adalah surya (Suryadharma Ali) ha ha.. Jadi, tidak bisa dipisahkan,” jelas menteri koperasi dan UKM tersebut disambut tawa para hadirin.

Dalam kesempatan itu, Soetrisno dan Suryadharma menyatakan keinginannya mendukung Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf menjadi calon gubernur Jawa Timur. Keduanya yakin, munculnya nama Saifullah Yusuf akan didukung banyak kalangan, terutama kalangan nahdliyin.

Hanya, Saifullah, hingga kemarin, belum menjawab secara tegas tentang tawaran menjadi calon gubernur Jatim tersebut. “Saya berterima kasih, saya sedang pertimbangkan,” kata mantan menteri pembangunan daerah tertinggal itu.

Pertemuan pemimpin PAN dan PPP, menurut Saifullah, merupakan simbol menyatunya pemahaman elite kedua partai dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “PAN dan PPP telah melakukan pembicaraan yang intensif dan jujur mengenai kepemimpinan 2009. Kita harus melihat hasilnya,” kata wakil ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan tersebut. (tom)


About this entry